Minggu, 28 April 2013

Pengenalan Jaringan Telepon dan Telegraf



PENGENALAN PADA JARINGA TELEPON DAN TELEGRAF
PENDAHULUAN
Dalam gambar 5.2 telah diperlihatkan suatu prinsip yang sangat sederhana dari suatu hubungan telefon, dimana pada tiap sisi terdapat transducer pengirim dan transducer penerima. Gambar tersebut dapat lebih disederhanakan lagi, seperti terlihat pada gambar 7.1
                                                            Penghantar 2 kawat

Gambar 7.1 sistem telepon secara sederhana
Selain dari hubungan telepon seperti diatas, terdapat bentuk lain dari system komunikasi, antara lain komunikasi dengan menggunakan kata – kata tertulis yang disebut system telegraf. Salah satu jenis system telegraf  ini mempunyai dua buah alat pencetak jarak jauh ( teleprinter) yang dihubungka satu dengan yang lain oleh kawat penghantar.
TELEPRINTER adalah suatu alat yang kelihatannya seperti suatu mesin tik besar, dengan tombol – tombol tekan yang berisi huruf – huruf, gambar – gambar dan tanda – tanda lain yang umum digunakan. Bila suatu tombol ditekan, peralatan teleprinter tersebut akan menghasilkan suatu bentuk serangkaian pulsa – pulsa tegangan (+80 volt dan -80 volt) sesuai dengan system kode “murray” (kode dengan 5 unit). Pulsa – pulsa tegangan tersebut kemudian diteruskan ke kawat penghantar yang dihubungkan dengan teleprinter lain sedemikian rupa sehingga serangkaian pulsa arus akan mengalir sepanjang penghantar tersebut ke teleprinter pada sisi lain, pulsa – pulsa arus ini kemudian akan meng”aktif”kan suatu penerima elektromagnetis yang selanjutnya menggerakan mekanisme teleprinter tersebut untuk mencetak kembali huruf/tanda yang sesuai dengan apa yang telah dipilih pada teleprinter pengirim.
Pada saat yang sama, pada teleprinter pengirim pulsa – pulsa tegangan dapat disambungkan keperalatan menerima elektomagnetisnya semndiri sehingga dapat dibuat duplikat dari pesan yang sedang dikirimkan pada teprinter pada sisi yang lain. Pesan – pesan tersebut dapat dietak pada kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak terputus – putus.Cara yang terakhir ini digunakan pada system telegraf untuk umum.kertas tik yang panjang ini dapat dipotong – potong dan selanjutnya ditempelkan pada suatu bentuk formulir telegram dan segera dikirimkan ke si alamat.
Gambar 7.2 memperlihatkan suatu hubungan telegraf yang sederhana, dimana penghanatar yang digunakan untuk menghubungkan kedua teleprinter, dapat berupa satu kawat ataupun dua kawat, tergantung pada system yang digunakan.
                                                            Penghantar kawat atau 2 kabel                                         

Gambar 7.2  sistem telegraf sederhana
            Kedua system komunikasi yang diperlihatkan pada gambar 7.1 dan gambar 7.2 memperlihatkan hubungan yang permanen antara dua tempat A dan B dan merupaka system pertama yang digunakan untuk kedua jenis komunikasi ini. Tidak sulit dibayangkan bahwa pada saat permulaan digunakannya system komunikasi ini, banyak orang atau pelanggan (subscriber)
ingin turut menggunakannya. Selanjutnya setiap orang yang menggunakan system ini juga berharap agar ia tidak hannya dapat berkomunikasai dengan satu orang saja, tapi bila diperlukan ia dapat melakukan hubungan komunikasi dengan orang – orang lain yang terhubung dalam system tersebut.
            Untuk suatu jumlah yang kecil, misalnya empat atau lima orang, masih mungkin untuk menyediakan sambungan – sambungan penghantar keseluruh peralatan telefon atau telegraf tersebut, seperti diperlihatkan dalam gambar 7.3. pada system komunikasi dengan jumlah pemakai yang kecil tersebut, diperlukan beberapa untuk tanda atau kode, sehingga setiap pemakaian dapat menghubungi pemakai atau langganan yang lain bila diinginkan.
            Jelas bahwa ada suatu batas tertentu yang dapat dilayanidengan system komunikasi secara lengkap tersebut, terbatas baik dalam jumlah langganan maupun dalam luas daerah geografis yang dapat dicakup.Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya hubungan ratusan atau ribuan langganan dengan jarak – jarak yang cukup jauh secara lengkap.
           



                                    Penghantar 2 kawat
Gambar 7.3 sistem komunikasi dengan hubungan yang lengkap
            Karena itu timbul suatu perkembangan, dimana disediaka suatu lokasi (titik) pusat kelokasi semua anggota yang dihubungkan, selanjutnya dari lokasi ini setiap dua anggota dapat dohubungkan sesuai dengan kebutuhannya.Tempat lokasi atau titik pusat ini dinamakan EXCHANGE (pusat sakelar penghubung). Kantor – kantor telepon dan kantor telegraf merupakan suatu “exchange” atau pusat sakelar penghubung, dan diperlukan seorang operator untuk menyambungkan sakelar – sakelar penghubung sesuai dengan permintaan langganan.
            Suatu system hubunga telepon dengan prinsip “exchange” diperlihatkan dalam gambar 7.4.
Pemutusan-penyambungan hubungan dilakukan oleh operator sesuai permintaaan           


                                                            Sakelar
penghubung
telepon
Gambar 7.4 sistem hubungan telepon sederhana dengan satu titik pusat sakelar penghubung atau “exchange”
            Bila suatu system pelepon atau telegraf telah dibangun dala suatu daerah/ kota tertentu, maka akan segera timbul peminat – peminat lain untuk turut menggunakan system ini sehingga akan pula segera timbul kebutuhan untuk menyediakan system ini secera nasional. Dengan memperlihatkan gambar 7.4, adalah tidak praktis untuk hannya membangun satu pusat sakelar penghubung dalam suatu Negara, dengan semua langganan dihubungkan kepusat sakelar penghubung.Hal ini disebabkan banyaknya jumlah sakelar penghubung yang harus disediakan dan juga karena panjangnya penghantar yang harus disediakan untuk setiap langganan.Dengan demikian sejumlah pusat sakelar penghubung harus disediakan dalan suatu JARINGAN NASIONAL (national network).Untuk ini setiap pusat sakelar penghubung harus mempunyai batas daerah geografis yang jelas dan jumlah langganan yang terbatas yang dihubungkan dengannya.
            Selanjutnya timbul kesulitan bagaimana agar langganan – langganan pada suatu pusat sekelar penghubung dapat dihubungkan dengan pemakaian lain pada pusat sakelar penghubung yang lain dalam negara tersebut. Sebagaimana tidak praktisnya jika keseluruhan langganan daalm suatu pusat sakelar penghubung dihubungkan secara lengkap. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.5, dengan hannya lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.

            Kawat-kawat penghubung








 


            Langganan telepon

Gambar 7.5 lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.
            Penghantar – penghantar yang menghubungkan pusat – pusat sakelar penghubung di atas merepresentasikan sejumlah penghantar dua kawat dan disebut JUNCTIONS. Jelaslah bahwa jika cara ini diterapkan pada jumlah pusat sakelar penghubung yang banyak, maka jumlah penghantar – penghantar yang diperlukan akan sangat banyak pula. Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara mengelompokan pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu daerah geografis tertentu kedalam suatu KELOMPOK pusat sakelar penghubung, dan memilih salah satu pusat penghubung sakelar tersebut sebagai pusat penghubung kelompok yang disebut sebagai GROUP SWITCHING CENTRE (GSC). Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.6.
 

sakelar penghubung A dan
pusat kelompok sakelar                                                                Ke pusat sakelar penghubung internasional
penghubung (GSC)




 
                                                                                                                                    langganan telefon
            penghubung lokal
Gambar 7.6 pemusatan pada kelompok pusat – pusat sakelar penghubung (Group Switching Centre)
            Hubungan – hubungan antara pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu kelompok dapat dilakukan dengan jaringan penghubung rangkaian penuh, tapi semua hubungan dengan pemakai – pemakai di luar (outside) kelompok tersebut dilakukan melalui suatu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC, dan pangilan – pangilan dari luar kelompok dipusatkan pada GSC tersebut.
            Dengan cara yang sama untuk meneruskan suatu panggilan jarak jauh (interlokal), beberapa kelompok GSC dapat menempati satu pusat sakelar penghubung (“switching centre”). Pusat – pusat sakelar penghubung untuk percakapan interlokal jarak jauh ini disebut sebagai TRUNK SWITCHING CENTRE atau “TSC”.Dalam gambar 7.7 diperlihatkan hubungan – hubungan langsung antara beberapa GSC yang berdekatan dimana jumlah pangilan – pangilan yang ada memungkinkan.
            Dengan cara ini, yaitu dengan bentuk suatu jaringan pusat – pusat sakelar penghubung bertingkat, dengan pangilan – pangilan dikumpulkan atau dipusatkan pada tempat – tempat yang setrategis, seluruh negara dapat tercakup dalam system ini dan dapat digunakan sambungan jaringan seminimum mungkin.
            Ketika jaringan komunikasi di inggris direncanakan kembali dalam tahun 1930, penyambungan – penyambungan dan pemutusan – pemutusan hubungan pada pusat – pusat sakelar penghubung.Saat ini telah dapat dilakukan hubungan langsung ke hampir semua pemakaian pada jarak jauh.
Jaringan interlokal antara GSC-GSC
Bila diperlukan
                                                                                                           
                                                                                                            Ke TSC-TSC yang lain
                                                                                                                                                                                                                                                                                               
                                                                                    Jaringan interlokal dari GSC ke TSC
Gambar 7.7 pemusatan pangilan – pangilan jarak jauh (interlokal) pada suatu “Trunk Switching Centre”
Yaitu dengan mengunakan suatu jaringan yang disebut “Subsciber Trunk Dialing (STD)”.jaringa STD ini dibagi dalam dua bagian yaitu:
1.      Bagian yang menangani pangilan – pangilan pada jarak yang relative pendek, dan juga pangilan jarak jauh yang hanya membutuhkan satu pusat sakelar penghubung perantaara antara GSC pengirim dan GSC yang dituju. Pemutusan dan penghubungan rangkaian pada bagian ini dilakukan pada bagian dengan rangkain dua kawat.
2.      Bagian yang lain disebut jaringan TRANSIT dan digunakan pada pangilan – pangilan jarak jauh yang membutuhkan lebih dari satu pusat sakelar penghubung. Pemutusan dan penyambungan hunbungan dalam hal ini dilakukan pada bagian rangkaian – rangakaian dengan 4 – kawar dan engan suatu system sinyal kecepatan tinggi.
Prinsip dari jaringan sakelar penghubung telefon di inggris diperintahkan dalam gambar 7.8. “TSC – TSC” dalam hal ini dibagi dalam dua kategori yaitu: PUSAT – PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG DISTRIK (DSC) dan MSC yang ada dihubungkan secara penuh. Setiap GSC dihubungkan pada minimal satu DSC.
Jadi pada jaringan komunikasi nasional terdapat tingkat – tingkat yang berbeda dan pusat – pusat sakelar penghubung yang dibuat berdasarkan urutan kepentingannya. Makin penting tingkat tertentu dari suatu pusatsakelar penghubung, makun banyak mereka terdapat. Disamping itu juga terdapat bermacam – macam tingkat jaringan penghubung, sebagai contoh:
                                                    Ke MSC – MSC lain
                                                                                    Penghantar utama (4 kawat)
PISAT SAKELAR PENGHUBUNG UTAMA                                                                                penghantar utama (2kawat
PUSAT SAKELAR DISTRIK            penghantar pilihan (4kawat)


 


penghantar pilihan (2kawat)



Gambar 7.8 gambar dari suatu jaringan sakelar penghubung nasional.
Jaringan para langganan (“subscribers line”), penghubung antara kelompok langganan (“junctions”) dan jaringan sambungan interlokal. Dalam hal ini jaringan penghubung yang disediakan disesuaikan dengan jaraknya, kepentingannya dan biayanya.
Sebagai gambaran bagaimana dua langganan telepon dalam bagian yang berbeda dalam satu Negara dapat saling berhubungan, diperlihatkan dalam gambar 7.9.
Dalam hubungan antara dua langganan telepon yang relatif dekat satu sama lain, tidaklah diperlukan suatu jaringan perantara, sebagaimana diperlikan dalam gambar 7.10. jadi diperlukan tidaknya suatu GSC perantara ditentukan oleh jarak antara langganan – langganan telefon tersebut.
langganan yg memanggil                      Jaringan perantara                       langganan yg dipanggil








 
        sumber                                                                                tujuan
penghub. Antar langganan                                jaringan penghub.
Gamnbar 7.9 bagan dari suatu jaringan penghubung telefon nasional
                                                                                Jaringan menengah


 
langgan yang meminta                                                                                      langgan yang dipanggil

                                                            Pilih hubungan-hubungan

Gambar 7.10 hubungan antara dua langganan telepon tanpa menggunakan jaringan perantara.
            Kebutuhan selanjutnya dari seorang langganan telepon adalah melakukan hubungan telefon dengan seseorang dinegara lain. Dengan cara yang sama seperti hubungan telepon nasional, dimana hubungan dilakukan secara bertahap, dipusatkan pada GSC, DSC dan MSC, demikian pula hubungan telepon dengan Negara lain dipusatkan pada suatu PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG INTERNASIONAL (international exchange) di setiap Negara. Di inggris, pusat sakelar penghubung internasional ini terdapat di London. Gambar 7.11 memperlihatkan suatu hubungan kesuatu pusat sakelar penghubung internasional.


JARINGAN DISTRIBUSI LOKAL
Sekarang akan kita perhatikan cara menghubungkan peralatan – peralatan telepon para langganan ke suatu pusat sakelar hubungan telepon local.
                                                                                    Pilihan hubungan yang tersedia
langganan yang menerima                                                                                                penghubung internasional
ke pusat sakelar penghubung internasional atau ke Negara lain
Gambar 7.11 suatu hibungan dari langanan – langgananke suatu pusat sakelar penghubung internasional.
Sebagai pegangan, kita anggap bahwa setiap telepon membutuhkan jaringan dengan dua kawat penghantar atau SATU PASANG kawat penghantar.
            Pasangan – pasangan kawat penghantar ini keluar dari suatu pusat sakelar penghubung dalam kabel – kabel besar utama (yang terdiri dari banyak pasangan kawat), yang kemudian disambungkan ke titik – titik hubungan utama atau lemari – lemari (cabinet) logam yang diletakan pada beberapa tempat yang berbeda dalam daerah geografis pusat sakelar hubungan telepon tersabut.
            Selanjutnya satiap titik hubungan utama atau lemari – lemari logam tersebut disambungkan ke sejumlah titik – titik hubungan tingkat dua atau tiang – tiang (pilar) dengan menggunakan kabel – kabel cabang (yang mempunyai banyak pasang kawat) yang lebih kecil. Dari titik – titik hubungan tingkat kedua ini atau tiang – tiang ini, kabel – kabel distribusi dihubungkan ke titik – titik distribusi (DP). Selanjutnya titik – titik distribusi ini dihubungkan ke suatu jumlah kecil langganan.
            Hubungan dari suatu titik distribusi ke masing – masing langganan ini di lakukan melalui suatu pasang kabel berisolasi yang sederhana atau dapat juga melalui suatu batang kabel atau dua buah kawat udara tanpa isolasi. Lemari – lemari logam yang digunakan sebagai titik hubungan utama dan tiang – tiang yang digunakan sebagai titik hubungantingkat kedua memenerikan suatu fleksibilitas yang tinggi dalam pendistribusian pasangan – pasangan kabel dalam suatu daerah pusat sakelar penghubung telepon.
            Sistem distribusi hubungan local dengan lemari logam dan tiang-tingan ini telah menjadi suatu standar selama bertahun-tahun.. pada waktu unu tiang-tiang yang digunakan sebagai titik hubung tingkat kedua sedang dalam tahap peribahan, yaitu dengan digunakan lemari-lemari yang terbuat dari besi tuang yang mempunyai fleksibilitas yang sama dengan tiang-tiang, tetapi dengan suatu metode atau cara menghubungkan pasangan-pasangan kabel yang berbeda. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.12.
7.3 Hubungan Antara Pusat Pusat Saklar Penghubung Telepon
Dalam gambar 7.8 telah diperlihatkan suatu jaringan telepon nasional, dengan kawat-kawat sambungan lokal, hubungan antara pusat-pusat saklar penghubung tertentu dan rangkaian-rangkaian inter lokal antara pusat.                                   DP
                                                                                         Titik hubung sekunder (SCP)
                                                            Titik hubung primer (PCP)
Pusat sakelar penghubung telepon
 
                                    Kabel utama
                                                                                                  Kabel penyambung
                                                            DP           kabel-kabel cabang
Kabel kabel utama yang menuju lemari-lemari penghubung lain
                                                                                                Kabel distribusi    kabel langganan
Gambar 7.12 prinsip jaringan distribusi hubungan telepon lokal.
Penhubung yang lain dalam bab 6 telah dijelaskan secara singkat bermacam macam kabel
            Untuk menghubungkan langganan-langganan telefon kesuatu pusat sakelar penghubung dan pusat-pusat saklar penghubung tersebut dengan GSC, umunnya digunakan suatu tutup kabel dengan BANYAK PASANGAN kawat. Sedangkan untuk hubungan antara GSC dengan TSC (pusat sakelar penghubung interlokal), serta antara TSC itu sendiri, digunakan kabel-kabel koaksial.
            Kabel-kabel yang digunakan ini umumnya dikubur didfalam tanah, tapi kadang-kadang diperlukan pula kabel-kabel khusus yang dapat dipergunakan dalam laut, bila dipergunakan sambungan-sambungan yang menyeberangi sungan, danau, laut dan sebagainya.
7.4 SInyal-Sinyal Pembari Tanda (Supervisori Signals)
Ketika pertama kali jaringan telepon digunakan, sambungan antara pemakai pada pusat-pusat sakelar penghubung dilakukan secara manual oleh operator-operator telepon. Segera disadari bahwa banyak keuntungan yang diperoleh jika digunakan suatu peralatan otomatis yang dapat diatur dari jauh oleh pelanggan-pelanggan telepon yang memerlukan hubungan, dengan mempergunakan “dial”nomor telepon dari telepon yang bersangkutan.
            Dalam system manual, bila seorang langganan menginginkan untuk melakukan suatu hubungan telepon, maka sutau sinyal akakn mengalir dari pesawat teleponnya ke puasat sakelar penghubung dan akan segera dilayani oleh operator. Langganan yang memanggil tadi akan mengetahui bila operator tersebut telah menjawab pangilannya, karena operator tersebut akan menanyakan nomor telepon yang diinginkannya. Dalam system otomatis, untuk mengetahui bahwa peralatan telepon otomatis tersebut telah siap untuk menerima pesan-pesan maka perlu dikirimkan beberapa tanda-tanda sinyal tertentu kepada langganan yang memanggil tadi. Sinyal ini dinamakan DIAL TONE.
            Dalam system manual, bila operator meminta agar pelanggan menyebutkan nomor yang diingikan, maka akan diberitahukan. Selanjutnya operator tersebut memeriksa apakah nomor yang diinginkan tesebut sedang tidak digunakan, dan bila tidak, operator akan memberitahukan dengan member sinyal listrik yang akan membunyikan bel pada nomor telepon yang diinginka tersebut, sementara itu ia memberitahu pada langganan yang meminta hubungan tersebut, bahwa operator sedang mencoba untuk menghubungkannya. Untuk melaksanakan tugas yang sama itu pada system otomatis, dibutuhkan suatu sinyal pemberitahuan, dan sinyal ini dinamakan RING TONE. Pada waktu yang sama dengan pengiriman sinyal ini, dikirim pula ARUS LISTRIK untuk menyembunyikan bel pada telepon yang di panggil, persis seperti yang dilakukan oleh operator telepon pada system manual.
            Selanjutnya pada system manual, jika pelanggan yang diinginkan telah siap untuk melakukan hubungan, maka operator memberitahukan langganan yang memanggil bahwa system telah siap untuk dipakai. Dalam system otomatis, suatu tanda yang dinamakan BUSY TONE diperlukan untuk memberitahukan bahwa system telah siap untuk dipakai jika langganan meminta operator untuk menyambungkan dengan nomor yang tidak ada, maka pada system manual operator akan memberitahukan pada langganan tersebut, bahwa nomor yang diminta tidak ada. Dalam system otomatis, digunakan suatu tanda yang dinamakan NUMBER UNOBTAINABLE TONE (NU) untuk memberitahukan langganan yang meminta nomor tersebut.
            Dalam suatu pusat sakelar penghubung otomatis untuk hubungan interlokal, bila seorang langganan memutar nomor telepon yang diminta, mungkin peralatan otomatis tersebut tidak dapat menyambungkan pangilan telepon tersebut, diakrenakan nomor yang diminta sedang dipakai berhubungan dengan nomor yang lain. Dalam hal ini, untuk memberitahukan langganan telepon yang meminta hubungan tadi dikirimkan suatu sinyal yang dinamakan EQUIPMENT BUSY TONE atau yang sering disebut sebagai nada sibuk.
7.5 Jaringan Telegraf
Pada banyak Negara kebutuhan untuk tersedianya dua buah jaringan teleprinter sudah sangat mendesak.
            Pertama, adalah suatu jaringan untuk masyarakat umum denganmana masyarakat dapat mengirimkan telegram kesetiap alamat dalam Negara tersebut. Telegram semacam itu dapat dibuat dalam suatu bentuk formulir telegram bertulis pada suatu kantor pos, ataupun dengan menelponkan telegram tersebut kepada operator pada suatu panel telegraf khusus dengan memutar suatu kode (nomor) tertentu. Pesan pada telegram tersebut, kemudian disampaikan oleh teleprinter kesuatu terminal telegraf yang terdekat pada tempat yang dituju. Operator telegram pada tempat yang dituju tersebut kemudian menempelkan pita pesanan telrprinter tersebut pada suatu formulir telegram yang selanjutnya kemudian dikirimkan ke alamat yang situju.
            Kedua, adalah kebutuhan akan adanya suatu jaringan teleprinter untuk komunikasi pribadi antara orang-orang tertentu atau antara perusahaan-perusahaan ataupun antara organisasi-organisasi, dikmana lebih disukai untuk mengirimkan pesan tercetak (tertulis) dari pada penyampaian pesan lisan melalui telepon. System seperti ini lebih dikelal dengan nama TELEX.
            Pada umumnya komunikasi dengan teleprinter pribadi ini menggunakan jaringan tepon umum. Setiap langganan yang memerlukan fasilitas ini menyewa suatu teleprinter sebagaimana penyewaan suatu telefon. Untuk megirimkan suatu pesan telex, suatu panggilan telepon dikirimkan ke nomer yang diinginka, dan ketika hubungan telex telah terlaksana, kedua langganan tersebut memindahkannya atau “menswitch” dari telepon ke teleprinter, dengan demikian pesan-pesan dapat dikirim secara tertulis. Hal ini diperlihatkan pada gambar 7.13.


 




Gambar 7.13 hubungan jaringan telex yang pertama
            Peralatan dengan frekuensi suara manusia yang diperlihatkan dalam gambar 7.13, dibutuhkan untuk merubah kode-kode pulsa arus searah kurang lebih 80 V menjadi tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi dalam suara manusia, sedemikian sehingga jaringan telepon dapat menangani sinyal informasi dari teleprinter tersebut. Pada system dengan cara hubungan seperti ini, timbul beberapa kesulitan. Selanjutnya untuk mengatasi hal ini, dibuat suatu jaringan sakelar (switching) terpisah secara lengkap, khusus untuk melayani komunikasi dengan telex ini.


PENGENALAN PADA JARINGA TELEPON DAN TELEGRAF
PENDAHULUAN
Dalam gambar 5.2 telah diperlihatkan suatu prinsip yang sangat sederhana dari suatu hubungan telefon, dimana pada tiap sisi terdapat transducer pengirim dan transducer penerima. Gambar tersebut dapat lebih disederhanakan lagi, seperti terlihat pada gambar 7.1
                                                            Penghantar 2 kawat

Gambar 7.1 sistem telepon secara sederhana
Selain dari hubungan telepon seperti diatas, terdapat bentuk lain dari system komunikasi, antara lain komunikasi dengan menggunakan kata – kata tertulis yang disebut system telegraf. Salah satu jenis system telegraf  ini mempunyai dua buah alat pencetak jarak jauh ( teleprinter) yang dihubungka satu dengan yang lain oleh kawat penghantar.
TELEPRINTER adalah suatu alat yang kelihatannya seperti suatu mesin tik besar, dengan tombol – tombol tekan yang berisi huruf – huruf, gambar – gambar dan tanda – tanda lain yang umum digunakan. Bila suatu tombol ditekan, peralatan teleprinter tersebut akan menghasilkan suatu bentuk serangkaian pulsa – pulsa tegangan (+80 volt dan -80 volt) sesuai dengan system kode “murray” (kode dengan 5 unit). Pulsa – pulsa tegangan tersebut kemudian diteruskan ke kawat penghantar yang dihubungkan dengan teleprinter lain sedemikian rupa sehingga serangkaian pulsa arus akan mengalir sepanjang penghantar tersebut ke teleprinter pada sisi lain, pulsa – pulsa arus ini kemudian akan meng”aktif”kan suatu penerima elektromagnetis yang selanjutnya menggerakan mekanisme teleprinter tersebut untuk mencetak kembali huruf/tanda yang sesuai dengan apa yang telah dipilih pada teleprinter pengirim.
Pada saat yang sama, pada teleprinter pengirim pulsa – pulsa tegangan dapat disambungkan keperalatan menerima elektomagnetisnya semndiri sehingga dapat dibuat duplikat dari pesan yang sedang dikirimkan pada teprinter pada sisi yang lain. Pesan – pesan tersebut dapat dietak pada kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak terputus – putus.Cara yang terakhir ini digunakan pada system telegraf untuk umum.kertas tik yang panjang ini dapat dipotong – potong dan selanjutnya ditempelkan pada suatu bentuk formulir telegram dan segera dikirimkan ke si alamat.
Gambar 7.2 memperlihatkan suatu hubungan telegraf yang sederhana, dimana penghanatar yang digunakan untuk menghubungkan kedua teleprinter, dapat berupa satu kawat ataupun dua kawat, tergantung pada system yang digunakan.
                                                            Penghantar kawat atau 2 kabel                                         

Gambar 7.2  sistem telegraf sederhana
            Kedua system komunikasi yang diperlihatkan pada gambar 7.1 dan gambar 7.2 memperlihatkan hubungan yang permanen antara dua tempat A dan B dan merupaka system pertama yang digunakan untuk kedua jenis komunikasi ini. Tidak sulit dibayangkan bahwa pada saat permulaan digunakannya system komunikasi ini, banyak orang atau pelanggan (subscriber)
ingin turut menggunakannya. Selanjutnya setiap orang yang menggunakan system ini juga berharap agar ia tidak hannya dapat berkomunikasai dengan satu orang saja, tapi bila diperlukan ia dapat melakukan hubungan komunikasi dengan orang – orang lain yang terhubung dalam system tersebut.
            Untuk suatu jumlah yang kecil, misalnya empat atau lima orang, masih mungkin untuk menyediakan sambungan – sambungan penghantar keseluruh peralatan telefon atau telegraf tersebut, seperti diperlihatkan dalam gambar 7.3. pada system komunikasi dengan jumlah pemakai yang kecil tersebut, diperlukan beberapa untuk tanda atau kode, sehingga setiap pemakaian dapat menghubungi pemakai atau langganan yang lain bila diinginkan.
            Jelas bahwa ada suatu batas tertentu yang dapat dilayanidengan system komunikasi secara lengkap tersebut, terbatas baik dalam jumlah langganan maupun dalam luas daerah geografis yang dapat dicakup.Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya hubungan ratusan atau ribuan langganan dengan jarak – jarak yang cukup jauh secara lengkap.
           



                                    Penghantar 2 kawat
Gambar 7.3 sistem komunikasi dengan hubungan yang lengkap
            Karena itu timbul suatu perkembangan, dimana disediaka suatu lokasi (titik) pusat kelokasi semua anggota yang dihubungkan, selanjutnya dari lokasi ini setiap dua anggota dapat dohubungkan sesuai dengan kebutuhannya.Tempat lokasi atau titik pusat ini dinamakan EXCHANGE (pusat sakelar penghubung). Kantor – kantor telepon dan kantor telegraf merupakan suatu “exchange” atau pusat sakelar penghubung, dan diperlukan seorang operator untuk menyambungkan sakelar – sakelar penghubung sesuai dengan permintaan langganan.
            Suatu system hubunga telepon dengan prinsip “exchange” diperlihatkan dalam gambar 7.4.
Pemutusan-penyambungan hubungan dilakukan oleh operator sesuai permintaaan           


                                                            Sakelar
penghubung
telepon
Gambar 7.4 sistem hubungan telepon sederhana dengan satu titik pusat sakelar penghubung atau “exchange”
            Bila suatu system pelepon atau telegraf telah dibangun dala suatu daerah/ kota tertentu, maka akan segera timbul peminat – peminat lain untuk turut menggunakan system ini sehingga akan pula segera timbul kebutuhan untuk menyediakan system ini secera nasional. Dengan memperlihatkan gambar 7.4, adalah tidak praktis untuk hannya membangun satu pusat sakelar penghubung dalam suatu Negara, dengan semua langganan dihubungkan kepusat sakelar penghubung.Hal ini disebabkan banyaknya jumlah sakelar penghubung yang harus disediakan dan juga karena panjangnya penghantar yang harus disediakan untuk setiap langganan.Dengan demikian sejumlah pusat sakelar penghubung harus disediakan dalan suatu JARINGAN NASIONAL (national network).Untuk ini setiap pusat sakelar penghubung harus mempunyai batas daerah geografis yang jelas dan jumlah langganan yang terbatas yang dihubungkan dengannya.
            Selanjutnya timbul kesulitan bagaimana agar langganan – langganan pada suatu pusat sekelar penghubung dapat dihubungkan dengan pemakaian lain pada pusat sakelar penghubung yang lain dalam negara tersebut. Sebagaimana tidak praktisnya jika keseluruhan langganan daalm suatu pusat sakelar penghubung dihubungkan secara lengkap. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.5, dengan hannya lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.

            Kawat-kawat penghubung








 


            Langganan telepon

Gambar 7.5 lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.
            Penghantar – penghantar yang menghubungkan pusat – pusat sakelar penghubung di atas merepresentasikan sejumlah penghantar dua kawat dan disebut JUNCTIONS. Jelaslah bahwa jika cara ini diterapkan pada jumlah pusat sakelar penghubung yang banyak, maka jumlah penghantar – penghantar yang diperlukan akan sangat banyak pula. Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara mengelompokan pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu daerah geografis tertentu kedalam suatu KELOMPOK pusat sakelar penghubung, dan memilih salah satu pusat penghubung sakelar tersebut sebagai pusat penghubung kelompok yang disebut sebagai GROUP SWITCHING CENTRE (GSC). Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.6.
 

sakelar penghubung A dan
pusat kelompok sakelar                                                                Ke pusat sakelar penghubung internasional
penghubung (GSC)




 
                                                                                                                                    langganan telefon
            penghubung lokal
Gambar 7.6 pemusatan pada kelompok pusat – pusat sakelar penghubung (Group Switching Centre)
            Hubungan – hubungan antara pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu kelompok dapat dilakukan dengan jaringan penghubung rangkaian penuh, tapi semua hubungan dengan pemakai – pemakai di luar (outside) kelompok tersebut dilakukan melalui suatu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC, dan pangilan – pangilan dari luar kelompok dipusatkan pada GSC tersebut.
            Dengan cara yang sama untuk meneruskan suatu panggilan jarak jauh (interlokal), beberapa kelompok GSC dapat menempati satu pusat sakelar penghubung (“switching centre”). Pusat – pusat sakelar penghubung untuk percakapan interlokal jarak jauh ini disebut sebagai TRUNK SWITCHING CENTRE atau “TSC”.Dalam gambar 7.7 diperlihatkan hubungan – hubungan langsung antara beberapa GSC yang berdekatan dimana jumlah pangilan – pangilan yang ada memungkinkan.
            Dengan cara ini, yaitu dengan bentuk suatu jaringan pusat – pusat sakelar penghubung bertingkat, dengan pangilan – pangilan dikumpulkan atau dipusatkan pada tempat – tempat yang setrategis, seluruh negara dapat tercakup dalam system ini dan dapat digunakan sambungan jaringan seminimum mungkin.
            Ketika jaringan komunikasi di inggris direncanakan kembali dalam tahun 1930, penyambungan – penyambungan dan pemutusan – pemutusan hubungan pada pusat – pusat sakelar penghubung.Saat ini telah dapat dilakukan hubungan langsung ke hampir semua pemakaian pada jarak jauh.
Jaringan interlokal antara GSC-GSC
Bila diperlukan
                                                                                                           
                                                                                                            Ke TSC-TSC yang lain
                                                                                                                                                                                                                                                                                               
                                                                                    Jaringan interlokal dari GSC ke TSC
Gambar 7.7 pemusatan pangilan – pangilan jarak jauh (interlokal) pada suatu “Trunk Switching Centre”
Yaitu dengan mengunakan suatu jaringan yang disebut “Subsciber Trunk Dialing (STD)”.jaringa STD ini dibagi dalam dua bagian yaitu:
1.      Bagian yang menangani pangilan – pangilan pada jarak yang relative pendek, dan juga pangilan jarak jauh yang hanya membutuhkan satu pusat sakelar penghubung perantaara antara GSC pengirim dan GSC yang dituju. Pemutusan dan penghubungan rangkaian pada bagian ini dilakukan pada bagian dengan rangkain dua kawat.
2.      Bagian yang lain disebut jaringan TRANSIT dan digunakan pada pangilan – pangilan jarak jauh yang membutuhkan lebih dari satu pusat sakelar penghubung. Pemutusan dan penyambungan hunbungan dalam hal ini dilakukan pada bagian rangkaian – rangakaian dengan 4 – kawar dan engan suatu system sinyal kecepatan tinggi.
Prinsip dari jaringan sakelar penghubung telefon di inggris diperintahkan dalam gambar 7.8. “TSC – TSC” dalam hal ini dibagi dalam dua kategori yaitu: PUSAT – PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG DISTRIK (DSC) dan MSC yang ada dihubungkan secara penuh. Setiap GSC dihubungkan pada minimal satu DSC.
Jadi pada jaringan komunikasi nasional terdapat tingkat – tingkat yang berbeda dan pusat – pusat sakelar penghubung yang dibuat berdasarkan urutan kepentingannya. Makin penting tingkat tertentu dari suatu pusatsakelar penghubung, makun banyak mereka terdapat. Disamping itu juga terdapat bermacam – macam tingkat jaringan penghubung, sebagai contoh:
                                                    Ke MSC – MSC lain
                                                                                    Penghantar utama (4 kawat)
PISAT SAKELAR PENGHUBUNG UTAMA                                                                                penghantar utama (2kawat
PUSAT SAKELAR DISTRIK            penghantar pilihan (4kawat)


 


penghantar pilihan (2kawat)



Gambar 7.8 gambar dari suatu jaringan sakelar penghubung nasional.
Jaringan para langganan (“subscribers line”), penghubung antara kelompok langganan (“junctions”) dan jaringan sambungan interlokal. Dalam hal ini jaringan penghubung yang disediakan disesuaikan dengan jaraknya, kepentingannya dan biayanya.
Sebagai gambaran bagaimana dua langganan telepon dalam bagian yang berbeda dalam satu Negara dapat saling berhubungan, diperlihatkan dalam gambar 7.9.
Dalam hubungan antara dua langganan telepon yang relatif dekat satu sama lain, tidaklah diperlukan suatu jaringan perantara, sebagaimana diperlikan dalam gambar 7.10. jadi diperlukan tidaknya suatu GSC perantara ditentukan oleh jarak antara langganan – langganan telefon tersebut.
langganan yg memanggil                      Jaringan perantara                       langganan yg dipanggil








 
        sumber                                                                                tujuan
penghub. Antar langganan                                jaringan penghub.
Gamnbar 7.9 bagan dari suatu jaringan penghubung telefon nasional
                                                                                Jaringan menengah


 
langgan yang meminta                                                                                      langgan yang dipanggil

                                                            Pilih hubungan-hubungan

Gambar 7.10 hubungan antara dua langganan telepon tanpa menggunakan jaringan perantara.
            Kebutuhan selanjutnya dari seorang langganan telepon adalah melakukan hubungan telefon dengan seseorang dinegara lain. Dengan cara yang sama seperti hubungan telepon nasional, dimana hubungan dilakukan secara bertahap, dipusatkan pada GSC, DSC dan MSC, demikian pula hubungan telepon dengan Negara lain dipusatkan pada suatu PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG INTERNASIONAL (international exchange) di setiap Negara. Di inggris, pusat sakelar penghubung internasional ini terdapat di London. Gambar 7.11 memperlihatkan suatu hubungan kesuatu pusat sakelar penghubung internasional.


JARINGAN DISTRIBUSI LOKAL
Sekarang akan kita perhatikan cara menghubungkan peralatan – peralatan telepon para langganan ke suatu pusat sakelar hubungan telepon local.
                                                                                    Pilihan hubungan yang tersedia
langganan yang menerima                                                                                                penghubung internasional
ke pusat sakelar penghubung internasional atau ke Negara lain
Gambar 7.11 suatu hibungan dari langanan – langgananke suatu pusat sakelar penghubung internasional.
Sebagai pegangan, kita anggap bahwa setiap telepon membutuhkan jaringan dengan dua kawat penghantar atau SATU PASANG kawat penghantar.
            Pasangan – pasangan kawat penghantar ini keluar dari suatu pusat sakelar penghubung dalam kabel – kabel besar utama (yang terdiri dari banyak pasangan kawat), yang kemudian disambungkan ke titik – titik hubungan utama atau lemari – lemari (cabinet) logam yang diletakan pada beberapa tempat yang berbeda dalam daerah geografis pusat sakelar hubungan telepon tersabut.
            Selanjutnya satiap titik hubungan utama atau lemari – lemari logam tersebut disambungkan ke sejumlah titik – titik hubungan tingkat dua atau tiang – tiang (pilar) dengan menggunakan kabel – kabel cabang (yang mempunyai banyak pasang kawat) yang lebih kecil. Dari titik – titik hubungan tingkat kedua ini atau tiang – tiang ini, kabel – kabel distribusi dihubungkan ke titik – titik distribusi (DP). Selanjutnya titik – titik distribusi ini dihubungkan ke suatu jumlah kecil langganan.
            Hubungan dari suatu titik distribusi ke masing – masing langganan ini di lakukan melalui suatu pasang kabel berisolasi yang sederhana atau dapat juga melalui suatu batang kabel atau dua buah kawat udara tanpa isolasi. Lemari – lemari logam yang digunakan sebagai titik hubungan utama dan tiang – tiang yang digunakan sebagai titik hubungantingkat kedua memenerikan suatu fleksibilitas yang tinggi dalam pendistribusian pasangan – pasangan kabel dalam suatu daerah pusat sakelar penghubung telepon.
            Sistem distribusi hubungan local dengan lemari logam dan tiang-tingan ini telah menjadi suatu standar selama bertahun-tahun.. pada waktu unu tiang-tiang yang digunakan sebagai titik hubung tingkat kedua sedang dalam tahap peribahan, yaitu dengan digunakan lemari-lemari yang terbuat dari besi tuang yang mempunyai fleksibilitas yang sama dengan tiang-tiang, tetapi dengan suatu metode atau cara menghubungkan pasangan-pasangan kabel yang berbeda. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.12.
7.3 Hubungan Antara Pusat Pusat Saklar Penghubung Telepon
Dalam gambar 7.8 telah diperlihatkan suatu jaringan telepon nasional, dengan kawat-kawat sambungan lokal, hubungan antara pusat-pusat saklar penghubung tertentu dan rangkaian-rangkaian inter lokal antara pusat.                                   DP
                                                                                         Titik hubung sekunder (SCP)
                                                            Titik hubung primer (PCP)
Pusat sakelar penghubung telepon
 
                                    Kabel utama
                                                                                                  Kabel penyambung
                                                            DP           kabel-kabel cabang
Kabel kabel utama yang menuju lemari-lemari penghubung lain
                                                                                                Kabel distribusi    kabel langganan
Gambar 7.12 prinsip jaringan distribusi hubungan telepon lokal.
Penhubung yang lain dalam bab 6 telah dijelaskan secara singkat bermacam macam kabel
            Untuk menghubungkan langganan-langganan telefon kesuatu pusat sakelar penghubung dan pusat-pusat saklar penghubung tersebut dengan GSC, umunnya digunakan suatu tutup kabel dengan BANYAK PASANGAN kawat. Sedangkan untuk hubungan antara GSC dengan TSC (pusat sakelar penghubung interlokal), serta antara TSC itu sendiri, digunakan kabel-kabel koaksial.
            Kabel-kabel yang digunakan ini umumnya dikubur didfalam tanah, tapi kadang-kadang diperlukan pula kabel-kabel khusus yang dapat dipergunakan dalam laut, bila dipergunakan sambungan-sambungan yang menyeberangi sungan, danau, laut dan sebagainya.
7.4 SInyal-Sinyal Pembari Tanda (Supervisori Signals)
Ketika pertama kali jaringan telepon digunakan, sambungan antara pemakai pada pusat-pusat sakelar penghubung dilakukan secara manual oleh operator-operator telepon. Segera disadari bahwa banyak keuntungan yang diperoleh jika digunakan suatu peralatan otomatis yang dapat diatur dari jauh oleh pelanggan-pelanggan telepon yang memerlukan hubungan, dengan mempergunakan “dial”nomor telepon dari telepon yang bersangkutan.
            Dalam system manual, bila seorang langganan menginginkan untuk melakukan suatu hubungan telepon, maka sutau sinyal akakn mengalir dari pesawat teleponnya ke puasat sakelar penghubung dan akan segera dilayani oleh operator. Langganan yang memanggil tadi akan mengetahui bila operator tersebut telah menjawab pangilannya, karena operator tersebut akan menanyakan nomor telepon yang diinginkannya. Dalam system otomatis, untuk mengetahui bahwa peralatan telepon otomatis tersebut telah siap untuk menerima pesan-pesan maka perlu dikirimkan beberapa tanda-tanda sinyal tertentu kepada langganan yang memanggil tadi. Sinyal ini dinamakan DIAL TONE.
            Dalam system manual, bila operator meminta agar pelanggan menyebutkan nomor yang diingikan, maka akan diberitahukan. Selanjutnya operator tersebut memeriksa apakah nomor yang diinginkan tesebut sedang tidak digunakan, dan bila tidak, operator akan memberitahukan dengan member sinyal listrik yang akan membunyikan bel pada nomor telepon yang diinginka tersebut, sementara itu ia memberitahu pada langganan yang meminta hubungan tersebut, bahwa operator sedang mencoba untuk menghubungkannya. Untuk melaksanakan tugas yang sama itu pada system otomatis, dibutuhkan suatu sinyal pemberitahuan, dan sinyal ini dinamakan RING TONE. Pada waktu yang sama dengan pengiriman sinyal ini, dikirim pula ARUS LISTRIK untuk menyembunyikan bel pada telepon yang di panggil, persis seperti yang dilakukan oleh operator telepon pada system manual.
            Selanjutnya pada system manual, jika pelanggan yang diinginkan telah siap untuk melakukan hubungan, maka operator memberitahukan langganan yang memanggil bahwa system telah siap untuk dipakai. Dalam system otomatis, suatu tanda yang dinamakan BUSY TONE diperlukan untuk memberitahukan bahwa system telah siap untuk dipakai jika langganan meminta operator untuk menyambungkan dengan nomor yang tidak ada, maka pada system manual operator akan memberitahukan pada langganan tersebut, bahwa nomor yang diminta tidak ada. Dalam system otomatis, digunakan suatu tanda yang dinamakan NUMBER UNOBTAINABLE TONE (NU) untuk memberitahukan langganan yang meminta nomor tersebut.
            Dalam suatu pusat sakelar penghubung otomatis untuk hubungan interlokal, bila seorang langganan memutar nomor telepon yang diminta, mungkin peralatan otomatis tersebut tidak dapat menyambungkan pangilan telepon tersebut, diakrenakan nomor yang diminta sedang dipakai berhubungan dengan nomor yang lain. Dalam hal ini, untuk memberitahukan langganan telepon yang meminta hubungan tadi dikirimkan suatu sinyal yang dinamakan EQUIPMENT BUSY TONE atau yang sering disebut sebagai nada sibuk.
7.5 Jaringan Telegraf
Pada banyak Negara kebutuhan untuk tersedianya dua buah jaringan teleprinter sudah sangat mendesak.
            Pertama, adalah suatu jaringan untuk masyarakat umum denganmana masyarakat dapat mengirimkan telegram kesetiap alamat dalam Negara tersebut. Telegram semacam itu dapat dibuat dalam suatu bentuk formulir telegram bertulis pada suatu kantor pos, ataupun dengan menelponkan telegram tersebut kepada operator pada suatu panel telegraf khusus dengan memutar suatu kode (nomor) tertentu. Pesan pada telegram tersebut, kemudian disampaikan oleh teleprinter kesuatu terminal telegraf yang terdekat pada tempat yang dituju. Operator telegram pada tempat yang dituju tersebut kemudian menempelkan pita pesanan telrprinter tersebut pada suatu formulir telegram yang selanjutnya kemudian dikirimkan ke alamat yang situju.
            Kedua, adalah kebutuhan akan adanya suatu jaringan teleprinter untuk komunikasi pribadi antara orang-orang tertentu atau antara perusahaan-perusahaan ataupun antara organisasi-organisasi, dikmana lebih disukai untuk mengirimkan pesan tercetak (tertulis) dari pada penyampaian pesan lisan melalui telepon. System seperti ini lebih dikelal dengan nama TELEX.
            Pada umumnya komunikasi dengan teleprinter pribadi ini menggunakan jaringan tepon umum. Setiap langganan yang memerlukan fasilitas ini menyewa suatu teleprinter sebagaimana penyewaan suatu telefon. Untuk megirimkan suatu pesan telex, suatu panggilan telepon dikirimkan ke nomer yang diinginka, dan ketika hubungan telex telah terlaksana, kedua langganan tersebut memindahkannya atau “menswitch” dari telepon ke teleprinter, dengan demikian pesan-pesan dapat dikirim secara tertulis. Hal ini diperlihatkan pada gambar 7.13.


 




Gambar 7.13 hubungan jaringan telex yang pertama
            Peralatan dengan frekuensi suara manusia yang diperlihatkan dalam gambar 7.13, dibutuhkan untuk merubah kode-kode pulsa arus searah kurang lebih 80 V menjadi tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi dalam suara manusia, sedemikian sehingga jaringan telepon dapat menangani sinyal informasi dari teleprinter tersebut. Pada system dengan cara hubungan seperti ini, timbul beberapa kesulitan. Selanjutnya untuk mengatasi hal ini, dibuat suatu jaringan sakelar (switching) terpisah secara lengkap, khusus untuk melayani komunikasi dengan telex ini.


PENGENALAN PADA JARINGA TELEPON DAN TELEGRAF
PENDAHULUAN
Dalam gambar 5.2 telah diperlihatkan suatu prinsip yang sangat sederhana dari suatu hubungan telefon, dimana pada tiap sisi terdapat transducer pengirim dan transducer penerima. Gambar tersebut dapat lebih disederhanakan lagi, seperti terlihat pada gambar 7.1
                                                            Penghantar 2 kawat

Gambar 7.1 sistem telepon secara sederhana
Selain dari hubungan telepon seperti diatas, terdapat bentuk lain dari system komunikasi, antara lain komunikasi dengan menggunakan kata – kata tertulis yang disebut system telegraf. Salah satu jenis system telegraf  ini mempunyai dua buah alat pencetak jarak jauh ( teleprinter) yang dihubungka satu dengan yang lain oleh kawat penghantar.
TELEPRINTER adalah suatu alat yang kelihatannya seperti suatu mesin tik besar, dengan tombol – tombol tekan yang berisi huruf – huruf, gambar – gambar dan tanda – tanda lain yang umum digunakan. Bila suatu tombol ditekan, peralatan teleprinter tersebut akan menghasilkan suatu bentuk serangkaian pulsa – pulsa tegangan (+80 volt dan -80 volt) sesuai dengan system kode “murray” (kode dengan 5 unit). Pulsa – pulsa tegangan tersebut kemudian diteruskan ke kawat penghantar yang dihubungkan dengan teleprinter lain sedemikian rupa sehingga serangkaian pulsa arus akan mengalir sepanjang penghantar tersebut ke teleprinter pada sisi lain, pulsa – pulsa arus ini kemudian akan meng”aktif”kan suatu penerima elektromagnetis yang selanjutnya menggerakan mekanisme teleprinter tersebut untuk mencetak kembali huruf/tanda yang sesuai dengan apa yang telah dipilih pada teleprinter pengirim.
Pada saat yang sama, pada teleprinter pengirim pulsa – pulsa tegangan dapat disambungkan keperalatan menerima elektomagnetisnya semndiri sehingga dapat dibuat duplikat dari pesan yang sedang dikirimkan pada teprinter pada sisi yang lain. Pesan – pesan tersebut dapat dietak pada kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak terputus – putus.Cara yang terakhir ini digunakan pada system telegraf untuk umum.kertas tik yang panjang ini dapat dipotong – potong dan selanjutnya ditempelkan pada suatu bentuk formulir telegram dan segera dikirimkan ke si alamat.
Gambar 7.2 memperlihatkan suatu hubungan telegraf yang sederhana, dimana penghanatar yang digunakan untuk menghubungkan kedua teleprinter, dapat berupa satu kawat ataupun dua kawat, tergantung pada system yang digunakan.
                                                            Penghantar kawat atau 2 kabel                                         

Gambar 7.2  sistem telegraf sederhana
            Kedua system komunikasi yang diperlihatkan pada gambar 7.1 dan gambar 7.2 memperlihatkan hubungan yang permanen antara dua tempat A dan B dan merupaka system pertama yang digunakan untuk kedua jenis komunikasi ini. Tidak sulit dibayangkan bahwa pada saat permulaan digunakannya system komunikasi ini, banyak orang atau pelanggan (subscriber)
ingin turut menggunakannya. Selanjutnya setiap orang yang menggunakan system ini juga berharap agar ia tidak hannya dapat berkomunikasai dengan satu orang saja, tapi bila diperlukan ia dapat melakukan hubungan komunikasi dengan orang – orang lain yang terhubung dalam system tersebut.
            Untuk suatu jumlah yang kecil, misalnya empat atau lima orang, masih mungkin untuk menyediakan sambungan – sambungan penghantar keseluruh peralatan telefon atau telegraf tersebut, seperti diperlihatkan dalam gambar 7.3. pada system komunikasi dengan jumlah pemakai yang kecil tersebut, diperlukan beberapa untuk tanda atau kode, sehingga setiap pemakaian dapat menghubungi pemakai atau langganan yang lain bila diinginkan.
            Jelas bahwa ada suatu batas tertentu yang dapat dilayanidengan system komunikasi secara lengkap tersebut, terbatas baik dalam jumlah langganan maupun dalam luas daerah geografis yang dapat dicakup.Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya hubungan ratusan atau ribuan langganan dengan jarak – jarak yang cukup jauh secara lengkap.
           



                                    Penghantar 2 kawat
Gambar 7.3 sistem komunikasi dengan hubungan yang lengkap
            Karena itu timbul suatu perkembangan, dimana disediaka suatu lokasi (titik) pusat kelokasi semua anggota yang dihubungkan, selanjutnya dari lokasi ini setiap dua anggota dapat dohubungkan sesuai dengan kebutuhannya.Tempat lokasi atau titik pusat ini dinamakan EXCHANGE (pusat sakelar penghubung). Kantor – kantor telepon dan kantor telegraf merupakan suatu “exchange” atau pusat sakelar penghubung, dan diperlukan seorang operator untuk menyambungkan sakelar – sakelar penghubung sesuai dengan permintaan langganan.
            Suatu system hubunga telepon dengan prinsip “exchange” diperlihatkan dalam gambar 7.4.
Pemutusan-penyambungan hubungan dilakukan oleh operator sesuai permintaaan           


                                                            Sakelar
penghubung
telepon
Gambar 7.4 sistem hubungan telepon sederhana dengan satu titik pusat sakelar penghubung atau “exchange”
            Bila suatu system pelepon atau telegraf telah dibangun dala suatu daerah/ kota tertentu, maka akan segera timbul peminat – peminat lain untuk turut menggunakan system ini sehingga akan pula segera timbul kebutuhan untuk menyediakan system ini secera nasional. Dengan memperlihatkan gambar 7.4, adalah tidak praktis untuk hannya membangun satu pusat sakelar penghubung dalam suatu Negara, dengan semua langganan dihubungkan kepusat sakelar penghubung.Hal ini disebabkan banyaknya jumlah sakelar penghubung yang harus disediakan dan juga karena panjangnya penghantar yang harus disediakan untuk setiap langganan.Dengan demikian sejumlah pusat sakelar penghubung harus disediakan dalan suatu JARINGAN NASIONAL (national network).Untuk ini setiap pusat sakelar penghubung harus mempunyai batas daerah geografis yang jelas dan jumlah langganan yang terbatas yang dihubungkan dengannya.
            Selanjutnya timbul kesulitan bagaimana agar langganan – langganan pada suatu pusat sekelar penghubung dapat dihubungkan dengan pemakaian lain pada pusat sakelar penghubung yang lain dalam negara tersebut. Sebagaimana tidak praktisnya jika keseluruhan langganan daalm suatu pusat sakelar penghubung dihubungkan secara lengkap. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.5, dengan hannya lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.

            Kawat-kawat penghubung








 


            Langganan telepon

Gambar 7.5 lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.
            Penghantar – penghantar yang menghubungkan pusat – pusat sakelar penghubung di atas merepresentasikan sejumlah penghantar dua kawat dan disebut JUNCTIONS. Jelaslah bahwa jika cara ini diterapkan pada jumlah pusat sakelar penghubung yang banyak, maka jumlah penghantar – penghantar yang diperlukan akan sangat banyak pula. Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara mengelompokan pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu daerah geografis tertentu kedalam suatu KELOMPOK pusat sakelar penghubung, dan memilih salah satu pusat penghubung sakelar tersebut sebagai pusat penghubung kelompok yang disebut sebagai GROUP SWITCHING CENTRE (GSC). Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.6.
 

sakelar penghubung A dan
pusat kelompok sakelar                                                                Ke pusat sakelar penghubung internasional
penghubung (GSC)




 
                                                                                                                                    langganan telefon
            penghubung lokal
Gambar 7.6 pemusatan pada kelompok pusat – pusat sakelar penghubung (Group Switching Centre)
            Hubungan – hubungan antara pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu kelompok dapat dilakukan dengan jaringan penghubung rangkaian penuh, tapi semua hubungan dengan pemakai – pemakai di luar (outside) kelompok tersebut dilakukan melalui suatu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC, dan pangilan – pangilan dari luar kelompok dipusatkan pada GSC tersebut.
            Dengan cara yang sama untuk meneruskan suatu panggilan jarak jauh (interlokal), beberapa kelompok GSC dapat menempati satu pusat sakelar penghubung (“switching centre”). Pusat – pusat sakelar penghubung untuk percakapan interlokal jarak jauh ini disebut sebagai TRUNK SWITCHING CENTRE atau “TSC”.Dalam gambar 7.7 diperlihatkan hubungan – hubungan langsung antara beberapa GSC yang berdekatan dimana jumlah pangilan – pangilan yang ada memungkinkan.
            Dengan cara ini, yaitu dengan bentuk suatu jaringan pusat – pusat sakelar penghubung bertingkat, dengan pangilan – pangilan dikumpulkan atau dipusatkan pada tempat – tempat yang setrategis, seluruh negara dapat tercakup dalam system ini dan dapat digunakan sambungan jaringan seminimum mungkin.
            Ketika jaringan komunikasi di inggris direncanakan kembali dalam tahun 1930, penyambungan – penyambungan dan pemutusan – pemutusan hubungan pada pusat – pusat sakelar penghubung.Saat ini telah dapat dilakukan hubungan langsung ke hampir semua pemakaian pada jarak jauh.
Jaringan interlokal antara GSC-GSC
Bila diperlukan
                                                                                                           
                                                                                                            Ke TSC-TSC yang lain
                                                                                                                                                                                                                                                                                               
                                                                                    Jaringan interlokal dari GSC ke TSC
Gambar 7.7 pemusatan pangilan – pangilan jarak jauh (interlokal) pada suatu “Trunk Switching Centre”
Yaitu dengan mengunakan suatu jaringan yang disebut “Subsciber Trunk Dialing (STD)”.jaringa STD ini dibagi dalam dua bagian yaitu:
1.      Bagian yang menangani pangilan – pangilan pada jarak yang relative pendek, dan juga pangilan jarak jauh yang hanya membutuhkan satu pusat sakelar penghubung perantaara antara GSC pengirim dan GSC yang dituju. Pemutusan dan penghubungan rangkaian pada bagian ini dilakukan pada bagian dengan rangkain dua kawat.
2.      Bagian yang lain disebut jaringan TRANSIT dan digunakan pada pangilan – pangilan jarak jauh yang membutuhkan lebih dari satu pusat sakelar penghubung. Pemutusan dan penyambungan hunbungan dalam hal ini dilakukan pada bagian rangkaian – rangakaian dengan 4 – kawar dan engan suatu system sinyal kecepatan tinggi.
Prinsip dari jaringan sakelar penghubung telefon di inggris diperintahkan dalam gambar 7.8. “TSC – TSC” dalam hal ini dibagi dalam dua kategori yaitu: PUSAT – PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG DISTRIK (DSC) dan MSC yang ada dihubungkan secara penuh. Setiap GSC dihubungkan pada minimal satu DSC.
Jadi pada jaringan komunikasi nasional terdapat tingkat – tingkat yang berbeda dan pusat – pusat sakelar penghubung yang dibuat berdasarkan urutan kepentingannya. Makin penting tingkat tertentu dari suatu pusatsakelar penghubung, makun banyak mereka terdapat. Disamping itu juga terdapat bermacam – macam tingkat jaringan penghubung, sebagai contoh:
                                                    Ke MSC – MSC lain
                                                                                    Penghantar utama (4 kawat)
PISAT SAKELAR PENGHUBUNG UTAMA                                                                                penghantar utama (2kawat
PUSAT SAKELAR DISTRIK            penghantar pilihan (4kawat)


 


penghantar pilihan (2kawat)



Gambar 7.8 gambar dari suatu jaringan sakelar penghubung nasional.
Jaringan para langganan (“subscribers line”), penghubung antara kelompok langganan (“junctions”) dan jaringan sambungan interlokal. Dalam hal ini jaringan penghubung yang disediakan disesuaikan dengan jaraknya, kepentingannya dan biayanya.
Sebagai gambaran bagaimana dua langganan telepon dalam bagian yang berbeda dalam satu Negara dapat saling berhubungan, diperlihatkan dalam gambar 7.9.
Dalam hubungan antara dua langganan telepon yang relatif dekat satu sama lain, tidaklah diperlukan suatu jaringan perantara, sebagaimana diperlikan dalam gambar 7.10. jadi diperlukan tidaknya suatu GSC perantara ditentukan oleh jarak antara langganan – langganan telefon tersebut.
langganan yg memanggil                      Jaringan perantara                       langganan yg dipanggil








 
        sumber                                                                                tujuan
penghub. Antar langganan                                jaringan penghub.
Gamnbar 7.9 bagan dari suatu jaringan penghubung telefon nasional
                                                                                Jaringan menengah


 
langgan yang meminta                                                                                      langgan yang dipanggil

                                                            Pilih hubungan-hubungan

Gambar 7.10 hubungan antara dua langganan telepon tanpa menggunakan jaringan perantara.
            Kebutuhan selanjutnya dari seorang langganan telepon adalah melakukan hubungan telefon dengan seseorang dinegara lain. Dengan cara yang sama seperti hubungan telepon nasional, dimana hubungan dilakukan secara bertahap, dipusatkan pada GSC, DSC dan MSC, demikian pula hubungan telepon dengan Negara lain dipusatkan pada suatu PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG INTERNASIONAL (international exchange) di setiap Negara. Di inggris, pusat sakelar penghubung internasional ini terdapat di London. Gambar 7.11 memperlihatkan suatu hubungan kesuatu pusat sakelar penghubung internasional.


JARINGAN DISTRIBUSI LOKAL
Sekarang akan kita perhatikan cara menghubungkan peralatan – peralatan telepon para langganan ke suatu pusat sakelar hubungan telepon local.
                                                                                    Pilihan hubungan yang tersedia
langganan yang menerima                                                                                                penghubung internasional
ke pusat sakelar penghubung internasional atau ke Negara lain
Gambar 7.11 suatu hibungan dari langanan – langgananke suatu pusat sakelar penghubung internasional.
Sebagai pegangan, kita anggap bahwa setiap telepon membutuhkan jaringan dengan dua kawat penghantar atau SATU PASANG kawat penghantar.
            Pasangan – pasangan kawat penghantar ini keluar dari suatu pusat sakelar penghubung dalam kabel – kabel besar utama (yang terdiri dari banyak pasangan kawat), yang kemudian disambungkan ke titik – titik hubungan utama atau lemari – lemari (cabinet) logam yang diletakan pada beberapa tempat yang berbeda dalam daerah geografis pusat sakelar hubungan telepon tersabut.
            Selanjutnya satiap titik hubungan utama atau lemari – lemari logam tersebut disambungkan ke sejumlah titik – titik hubungan tingkat dua atau tiang – tiang (pilar) dengan menggunakan kabel – kabel cabang (yang mempunyai banyak pasang kawat) yang lebih kecil. Dari titik – titik hubungan tingkat kedua ini atau tiang – tiang ini, kabel – kabel distribusi dihubungkan ke titik – titik distribusi (DP). Selanjutnya titik – titik distribusi ini dihubungkan ke suatu jumlah kecil langganan.
            Hubungan dari suatu titik distribusi ke masing – masing langganan ini di lakukan melalui suatu pasang kabel berisolasi yang sederhana atau dapat juga melalui suatu batang kabel atau dua buah kawat udara tanpa isolasi. Lemari – lemari logam yang digunakan sebagai titik hubungan utama dan tiang – tiang yang digunakan sebagai titik hubungantingkat kedua memenerikan suatu fleksibilitas yang tinggi dalam pendistribusian pasangan – pasangan kabel dalam suatu daerah pusat sakelar penghubung telepon.
            Sistem distribusi hubungan local dengan lemari logam dan tiang-tingan ini telah menjadi suatu standar selama bertahun-tahun.. pada waktu unu tiang-tiang yang digunakan sebagai titik hubung tingkat kedua sedang dalam tahap peribahan, yaitu dengan digunakan lemari-lemari yang terbuat dari besi tuang yang mempunyai fleksibilitas yang sama dengan tiang-tiang, tetapi dengan suatu metode atau cara menghubungkan pasangan-pasangan kabel yang berbeda. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.12.
7.3 Hubungan Antara Pusat Pusat Saklar Penghubung Telepon
Dalam gambar 7.8 telah diperlihatkan suatu jaringan telepon nasional, dengan kawat-kawat sambungan lokal, hubungan antara pusat-pusat saklar penghubung tertentu dan rangkaian-rangkaian inter lokal antara pusat.                                   DP
                                                                                         Titik hubung sekunder (SCP)
                                                            Titik hubung primer (PCP)
Pusat sakelar penghubung telepon
 
                                    Kabel utama
                                                                                                  Kabel penyambung
                                                            DP           kabel-kabel cabang
Kabel kabel utama yang menuju lemari-lemari penghubung lain
                                                                                                Kabel distribusi    kabel langganan
Gambar 7.12 prinsip jaringan distribusi hubungan telepon lokal.
Penhubung yang lain dalam bab 6 telah dijelaskan secara singkat bermacam macam kabel
            Untuk menghubungkan langganan-langganan telefon kesuatu pusat sakelar penghubung dan pusat-pusat saklar penghubung tersebut dengan GSC, umunnya digunakan suatu tutup kabel dengan BANYAK PASANGAN kawat. Sedangkan untuk hubungan antara GSC dengan TSC (pusat sakelar penghubung interlokal), serta antara TSC itu sendiri, digunakan kabel-kabel koaksial.
            Kabel-kabel yang digunakan ini umumnya dikubur didfalam tanah, tapi kadang-kadang diperlukan pula kabel-kabel khusus yang dapat dipergunakan dalam laut, bila dipergunakan sambungan-sambungan yang menyeberangi sungan, danau, laut dan sebagainya.
7.4 SInyal-Sinyal Pembari Tanda (Supervisori Signals)
Ketika pertama kali jaringan telepon digunakan, sambungan antara pemakai pada pusat-pusat sakelar penghubung dilakukan secara manual oleh operator-operator telepon. Segera disadari bahwa banyak keuntungan yang diperoleh jika digunakan suatu peralatan otomatis yang dapat diatur dari jauh oleh pelanggan-pelanggan telepon yang memerlukan hubungan, dengan mempergunakan “dial”nomor telepon dari telepon yang bersangkutan.
            Dalam system manual, bila seorang langganan menginginkan untuk melakukan suatu hubungan telepon, maka sutau sinyal akakn mengalir dari pesawat teleponnya ke puasat sakelar penghubung dan akan segera dilayani oleh operator. Langganan yang memanggil tadi akan mengetahui bila operator tersebut telah menjawab pangilannya, karena operator tersebut akan menanyakan nomor telepon yang diinginkannya. Dalam system otomatis, untuk mengetahui bahwa peralatan telepon otomatis tersebut telah siap untuk menerima pesan-pesan maka perlu dikirimkan beberapa tanda-tanda sinyal tertentu kepada langganan yang memanggil tadi. Sinyal ini dinamakan DIAL TONE.
            Dalam system manual, bila operator meminta agar pelanggan menyebutkan nomor yang diingikan, maka akan diberitahukan. Selanjutnya operator tersebut memeriksa apakah nomor yang diinginkan tesebut sedang tidak digunakan, dan bila tidak, operator akan memberitahukan dengan member sinyal listrik yang akan membunyikan bel pada nomor telepon yang diinginka tersebut, sementara itu ia memberitahu pada langganan yang meminta hubungan tersebut, bahwa operator sedang mencoba untuk menghubungkannya. Untuk melaksanakan tugas yang sama itu pada system otomatis, dibutuhkan suatu sinyal pemberitahuan, dan sinyal ini dinamakan RING TONE. Pada waktu yang sama dengan pengiriman sinyal ini, dikirim pula ARUS LISTRIK untuk menyembunyikan bel pada telepon yang di panggil, persis seperti yang dilakukan oleh operator telepon pada system manual.
            Selanjutnya pada system manual, jika pelanggan yang diinginkan telah siap untuk melakukan hubungan, maka operator memberitahukan langganan yang memanggil bahwa system telah siap untuk dipakai. Dalam system otomatis, suatu tanda yang dinamakan BUSY TONE diperlukan untuk memberitahukan bahwa system telah siap untuk dipakai jika langganan meminta operator untuk menyambungkan dengan nomor yang tidak ada, maka pada system manual operator akan memberitahukan pada langganan tersebut, bahwa nomor yang diminta tidak ada. Dalam system otomatis, digunakan suatu tanda yang dinamakan NUMBER UNOBTAINABLE TONE (NU) untuk memberitahukan langganan yang meminta nomor tersebut.
            Dalam suatu pusat sakelar penghubung otomatis untuk hubungan interlokal, bila seorang langganan memutar nomor telepon yang diminta, mungkin peralatan otomatis tersebut tidak dapat menyambungkan pangilan telepon tersebut, diakrenakan nomor yang diminta sedang dipakai berhubungan dengan nomor yang lain. Dalam hal ini, untuk memberitahukan langganan telepon yang meminta hubungan tadi dikirimkan suatu sinyal yang dinamakan EQUIPMENT BUSY TONE atau yang sering disebut sebagai nada sibuk.
7.5 Jaringan Telegraf
Pada banyak Negara kebutuhan untuk tersedianya dua buah jaringan teleprinter sudah sangat mendesak.
            Pertama, adalah suatu jaringan untuk masyarakat umum denganmana masyarakat dapat mengirimkan telegram kesetiap alamat dalam Negara tersebut. Telegram semacam itu dapat dibuat dalam suatu bentuk formulir telegram bertulis pada suatu kantor pos, ataupun dengan menelponkan telegram tersebut kepada operator pada suatu panel telegraf khusus dengan memutar suatu kode (nomor) tertentu. Pesan pada telegram tersebut, kemudian disampaikan oleh teleprinter kesuatu terminal telegraf yang terdekat pada tempat yang dituju. Operator telegram pada tempat yang dituju tersebut kemudian menempelkan pita pesanan telrprinter tersebut pada suatu formulir telegram yang selanjutnya kemudian dikirimkan ke alamat yang situju.
            Kedua, adalah kebutuhan akan adanya suatu jaringan teleprinter untuk komunikasi pribadi antara orang-orang tertentu atau antara perusahaan-perusahaan ataupun antara organisasi-organisasi, dikmana lebih disukai untuk mengirimkan pesan tercetak (tertulis) dari pada penyampaian pesan lisan melalui telepon. System seperti ini lebih dikelal dengan nama TELEX.
            Pada umumnya komunikasi dengan teleprinter pribadi ini menggunakan jaringan tepon umum. Setiap langganan yang memerlukan fasilitas ini menyewa suatu teleprinter sebagaimana penyewaan suatu telefon. Untuk megirimkan suatu pesan telex, suatu panggilan telepon dikirimkan ke nomer yang diinginka, dan ketika hubungan telex telah terlaksana, kedua langganan tersebut memindahkannya atau “menswitch” dari telepon ke teleprinter, dengan demikian pesan-pesan dapat dikirim secara tertulis. Hal ini diperlihatkan pada gambar 7.13.


 




Gambar 7.13 hubungan jaringan telex yang pertama
            Peralatan dengan frekuensi suara manusia yang diperlihatkan dalam gambar 7.13, dibutuhkan untuk merubah kode-kode pulsa arus searah kurang lebih 80 V menjadi tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi dalam suara manusia, sedemikian sehingga jaringan telepon dapat menangani sinyal informasi dari teleprinter tersebut. Pada system dengan cara hubungan seperti ini, timbul beberapa kesulitan. Selanjutnya untuk mengatasi hal ini, dibuat suatu jaringan sakelar (switching) terpisah secara lengkap, khusus untuk melayani komunikasi dengan telex ini.


PENGENALAN PADA JARINGA TELEPON DAN TELEGRAF
PENDAHULUAN
Dalam gambar 5.2 telah diperlihatkan suatu prinsip yang sangat sederhana dari suatu hubungan telefon, dimana pada tiap sisi terdapat transducer pengirim dan transducer penerima. Gambar tersebut dapat lebih disederhanakan lagi, seperti terlihat pada gambar 7.1
                                                            Penghantar 2 kawat

Gambar 7.1 sistem telepon secara sederhana
Selain dari hubungan telepon seperti diatas, terdapat bentuk lain dari system komunikasi, antara lain komunikasi dengan menggunakan kata – kata tertulis yang disebut system telegraf. Salah satu jenis system telegraf  ini mempunyai dua buah alat pencetak jarak jauh ( teleprinter) yang dihubungka satu dengan yang lain oleh kawat penghantar.
TELEPRINTER adalah suatu alat yang kelihatannya seperti suatu mesin tik besar, dengan tombol – tombol tekan yang berisi huruf – huruf, gambar – gambar dan tanda – tanda lain yang umum digunakan. Bila suatu tombol ditekan, peralatan teleprinter tersebut akan menghasilkan suatu bentuk serangkaian pulsa – pulsa tegangan (+80 volt dan -80 volt) sesuai dengan system kode “murray” (kode dengan 5 unit). Pulsa – pulsa tegangan tersebut kemudian diteruskan ke kawat penghantar yang dihubungkan dengan teleprinter lain sedemikian rupa sehingga serangkaian pulsa arus akan mengalir sepanjang penghantar tersebut ke teleprinter pada sisi lain, pulsa – pulsa arus ini kemudian akan meng”aktif”kan suatu penerima elektromagnetis yang selanjutnya menggerakan mekanisme teleprinter tersebut untuk mencetak kembali huruf/tanda yang sesuai dengan apa yang telah dipilih pada teleprinter pengirim.
Pada saat yang sama, pada teleprinter pengirim pulsa – pulsa tegangan dapat disambungkan keperalatan menerima elektomagnetisnya semndiri sehingga dapat dibuat duplikat dari pesan yang sedang dikirimkan pada teprinter pada sisi yang lain. Pesan – pesan tersebut dapat dietak pada kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak kertas biasa, atau pada suatu bentuk kertas tik yang panjang yang tidak terputus – putus.Cara yang terakhir ini digunakan pada system telegraf untuk umum.kertas tik yang panjang ini dapat dipotong – potong dan selanjutnya ditempelkan pada suatu bentuk formulir telegram dan segera dikirimkan ke si alamat.
Gambar 7.2 memperlihatkan suatu hubungan telegraf yang sederhana, dimana penghanatar yang digunakan untuk menghubungkan kedua teleprinter, dapat berupa satu kawat ataupun dua kawat, tergantung pada system yang digunakan.
                                                            Penghantar kawat atau 2 kabel                                         

Gambar 7.2  sistem telegraf sederhana
            Kedua system komunikasi yang diperlihatkan pada gambar 7.1 dan gambar 7.2 memperlihatkan hubungan yang permanen antara dua tempat A dan B dan merupaka system pertama yang digunakan untuk kedua jenis komunikasi ini. Tidak sulit dibayangkan bahwa pada saat permulaan digunakannya system komunikasi ini, banyak orang atau pelanggan (subscriber)
ingin turut menggunakannya. Selanjutnya setiap orang yang menggunakan system ini juga berharap agar ia tidak hannya dapat berkomunikasai dengan satu orang saja, tapi bila diperlukan ia dapat melakukan hubungan komunikasi dengan orang – orang lain yang terhubung dalam system tersebut.
            Untuk suatu jumlah yang kecil, misalnya empat atau lima orang, masih mungkin untuk menyediakan sambungan – sambungan penghantar keseluruh peralatan telefon atau telegraf tersebut, seperti diperlihatkan dalam gambar 7.3. pada system komunikasi dengan jumlah pemakai yang kecil tersebut, diperlukan beberapa untuk tanda atau kode, sehingga setiap pemakaian dapat menghubungi pemakai atau langganan yang lain bila diinginkan.
            Jelas bahwa ada suatu batas tertentu yang dapat dilayanidengan system komunikasi secara lengkap tersebut, terbatas baik dalam jumlah langganan maupun dalam luas daerah geografis yang dapat dicakup.Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya hubungan ratusan atau ribuan langganan dengan jarak – jarak yang cukup jauh secara lengkap.
           



                                    Penghantar 2 kawat
Gambar 7.3 sistem komunikasi dengan hubungan yang lengkap
            Karena itu timbul suatu perkembangan, dimana disediaka suatu lokasi (titik) pusat kelokasi semua anggota yang dihubungkan, selanjutnya dari lokasi ini setiap dua anggota dapat dohubungkan sesuai dengan kebutuhannya.Tempat lokasi atau titik pusat ini dinamakan EXCHANGE (pusat sakelar penghubung). Kantor – kantor telepon dan kantor telegraf merupakan suatu “exchange” atau pusat sakelar penghubung, dan diperlukan seorang operator untuk menyambungkan sakelar – sakelar penghubung sesuai dengan permintaan langganan.
            Suatu system hubunga telepon dengan prinsip “exchange” diperlihatkan dalam gambar 7.4.
Pemutusan-penyambungan hubungan dilakukan oleh operator sesuai permintaaan           


                                                            Sakelar
penghubung
telepon
Gambar 7.4 sistem hubungan telepon sederhana dengan satu titik pusat sakelar penghubung atau “exchange”
            Bila suatu system pelepon atau telegraf telah dibangun dala suatu daerah/ kota tertentu, maka akan segera timbul peminat – peminat lain untuk turut menggunakan system ini sehingga akan pula segera timbul kebutuhan untuk menyediakan system ini secera nasional. Dengan memperlihatkan gambar 7.4, adalah tidak praktis untuk hannya membangun satu pusat sakelar penghubung dalam suatu Negara, dengan semua langganan dihubungkan kepusat sakelar penghubung.Hal ini disebabkan banyaknya jumlah sakelar penghubung yang harus disediakan dan juga karena panjangnya penghantar yang harus disediakan untuk setiap langganan.Dengan demikian sejumlah pusat sakelar penghubung harus disediakan dalan suatu JARINGAN NASIONAL (national network).Untuk ini setiap pusat sakelar penghubung harus mempunyai batas daerah geografis yang jelas dan jumlah langganan yang terbatas yang dihubungkan dengannya.
            Selanjutnya timbul kesulitan bagaimana agar langganan – langganan pada suatu pusat sekelar penghubung dapat dihubungkan dengan pemakaian lain pada pusat sakelar penghubung yang lain dalam negara tersebut. Sebagaimana tidak praktisnya jika keseluruhan langganan daalm suatu pusat sakelar penghubung dihubungkan secara lengkap. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.5, dengan hannya lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.

            Kawat-kawat penghubung








 


            Langganan telepon

Gambar 7.5 lima pusat sakelar penghubung yang dihubungkan secara lengkap.
            Penghantar – penghantar yang menghubungkan pusat – pusat sakelar penghubung di atas merepresentasikan sejumlah penghantar dua kawat dan disebut JUNCTIONS. Jelaslah bahwa jika cara ini diterapkan pada jumlah pusat sakelar penghubung yang banyak, maka jumlah penghantar – penghantar yang diperlukan akan sangat banyak pula. Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara mengelompokan pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu daerah geografis tertentu kedalam suatu KELOMPOK pusat sakelar penghubung, dan memilih salah satu pusat penghubung sakelar tersebut sebagai pusat penghubung kelompok yang disebut sebagai GROUP SWITCHING CENTRE (GSC). Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.6.
 

sakelar penghubung A dan
pusat kelompok sakelar                                                                Ke pusat sakelar penghubung internasional
penghubung (GSC)




 
                                                                                                                                    langganan telefon
            penghubung lokal
Gambar 7.6 pemusatan pada kelompok pusat – pusat sakelar penghubung (Group Switching Centre)
            Hubungan – hubungan antara pusat – pusat sakelar penghubung dalam suatu kelompok dapat dilakukan dengan jaringan penghubung rangkaian penuh, tapi semua hubungan dengan pemakai – pemakai di luar (outside) kelompok tersebut dilakukan melalui suatu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC. Dengan cara ini sejumlah pusat sakelar penghubung local menempati satu GSC, dan pangilan – pangilan dari luar kelompok dipusatkan pada GSC tersebut.
            Dengan cara yang sama untuk meneruskan suatu panggilan jarak jauh (interlokal), beberapa kelompok GSC dapat menempati satu pusat sakelar penghubung (“switching centre”). Pusat – pusat sakelar penghubung untuk percakapan interlokal jarak jauh ini disebut sebagai TRUNK SWITCHING CENTRE atau “TSC”.Dalam gambar 7.7 diperlihatkan hubungan – hubungan langsung antara beberapa GSC yang berdekatan dimana jumlah pangilan – pangilan yang ada memungkinkan.
            Dengan cara ini, yaitu dengan bentuk suatu jaringan pusat – pusat sakelar penghubung bertingkat, dengan pangilan – pangilan dikumpulkan atau dipusatkan pada tempat – tempat yang setrategis, seluruh negara dapat tercakup dalam system ini dan dapat digunakan sambungan jaringan seminimum mungkin.
            Ketika jaringan komunikasi di inggris direncanakan kembali dalam tahun 1930, penyambungan – penyambungan dan pemutusan – pemutusan hubungan pada pusat – pusat sakelar penghubung.Saat ini telah dapat dilakukan hubungan langsung ke hampir semua pemakaian pada jarak jauh.
Jaringan interlokal antara GSC-GSC
Bila diperlukan
                                                                                                           
                                                                                                            Ke TSC-TSC yang lain
                                                                                                                                                                                                                                                                                               
                                                                                    Jaringan interlokal dari GSC ke TSC
Gambar 7.7 pemusatan pangilan – pangilan jarak jauh (interlokal) pada suatu “Trunk Switching Centre”
Yaitu dengan mengunakan suatu jaringan yang disebut “Subsciber Trunk Dialing (STD)”.jaringa STD ini dibagi dalam dua bagian yaitu:
1.      Bagian yang menangani pangilan – pangilan pada jarak yang relative pendek, dan juga pangilan jarak jauh yang hanya membutuhkan satu pusat sakelar penghubung perantaara antara GSC pengirim dan GSC yang dituju. Pemutusan dan penghubungan rangkaian pada bagian ini dilakukan pada bagian dengan rangkain dua kawat.
2.      Bagian yang lain disebut jaringan TRANSIT dan digunakan pada pangilan – pangilan jarak jauh yang membutuhkan lebih dari satu pusat sakelar penghubung. Pemutusan dan penyambungan hunbungan dalam hal ini dilakukan pada bagian rangkaian – rangakaian dengan 4 – kawar dan engan suatu system sinyal kecepatan tinggi.
Prinsip dari jaringan sakelar penghubung telefon di inggris diperintahkan dalam gambar 7.8. “TSC – TSC” dalam hal ini dibagi dalam dua kategori yaitu: PUSAT – PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG DISTRIK (DSC) dan MSC yang ada dihubungkan secara penuh. Setiap GSC dihubungkan pada minimal satu DSC.
Jadi pada jaringan komunikasi nasional terdapat tingkat – tingkat yang berbeda dan pusat – pusat sakelar penghubung yang dibuat berdasarkan urutan kepentingannya. Makin penting tingkat tertentu dari suatu pusatsakelar penghubung, makun banyak mereka terdapat. Disamping itu juga terdapat bermacam – macam tingkat jaringan penghubung, sebagai contoh:
                                                    Ke MSC – MSC lain
                                                                                    Penghantar utama (4 kawat)
PISAT SAKELAR PENGHUBUNG UTAMA                                                                                penghantar utama (2kawat
PUSAT SAKELAR DISTRIK            penghantar pilihan (4kawat)


 


penghantar pilihan (2kawat)



Gambar 7.8 gambar dari suatu jaringan sakelar penghubung nasional.
Jaringan para langganan (“subscribers line”), penghubung antara kelompok langganan (“junctions”) dan jaringan sambungan interlokal. Dalam hal ini jaringan penghubung yang disediakan disesuaikan dengan jaraknya, kepentingannya dan biayanya.
Sebagai gambaran bagaimana dua langganan telepon dalam bagian yang berbeda dalam satu Negara dapat saling berhubungan, diperlihatkan dalam gambar 7.9.
Dalam hubungan antara dua langganan telepon yang relatif dekat satu sama lain, tidaklah diperlukan suatu jaringan perantara, sebagaimana diperlikan dalam gambar 7.10. jadi diperlukan tidaknya suatu GSC perantara ditentukan oleh jarak antara langganan – langganan telefon tersebut.
langganan yg memanggil                      Jaringan perantara                       langganan yg dipanggil








 
        sumber                                                                                tujuan
penghub. Antar langganan                                jaringan penghub.
Gamnbar 7.9 bagan dari suatu jaringan penghubung telefon nasional
                                                                                Jaringan menengah


 
langgan yang meminta                                                                                      langgan yang dipanggil

                                                            Pilih hubungan-hubungan

Gambar 7.10 hubungan antara dua langganan telepon tanpa menggunakan jaringan perantara.
            Kebutuhan selanjutnya dari seorang langganan telepon adalah melakukan hubungan telefon dengan seseorang dinegara lain. Dengan cara yang sama seperti hubungan telepon nasional, dimana hubungan dilakukan secara bertahap, dipusatkan pada GSC, DSC dan MSC, demikian pula hubungan telepon dengan Negara lain dipusatkan pada suatu PUSAT SAKELAR PENGHUBUNG INTERNASIONAL (international exchange) di setiap Negara. Di inggris, pusat sakelar penghubung internasional ini terdapat di London. Gambar 7.11 memperlihatkan suatu hubungan kesuatu pusat sakelar penghubung internasional.


JARINGAN DISTRIBUSI LOKAL
Sekarang akan kita perhatikan cara menghubungkan peralatan – peralatan telepon para langganan ke suatu pusat sakelar hubungan telepon local.
                                                                                    Pilihan hubungan yang tersedia
langganan yang menerima                                                                                                penghubung internasional
ke pusat sakelar penghubung internasional atau ke Negara lain
Gambar 7.11 suatu hibungan dari langanan – langgananke suatu pusat sakelar penghubung internasional.
Sebagai pegangan, kita anggap bahwa setiap telepon membutuhkan jaringan dengan dua kawat penghantar atau SATU PASANG kawat penghantar.
            Pasangan – pasangan kawat penghantar ini keluar dari suatu pusat sakelar penghubung dalam kabel – kabel besar utama (yang terdiri dari banyak pasangan kawat), yang kemudian disambungkan ke titik – titik hubungan utama atau lemari – lemari (cabinet) logam yang diletakan pada beberapa tempat yang berbeda dalam daerah geografis pusat sakelar hubungan telepon tersabut.
            Selanjutnya satiap titik hubungan utama atau lemari – lemari logam tersebut disambungkan ke sejumlah titik – titik hubungan tingkat dua atau tiang – tiang (pilar) dengan menggunakan kabel – kabel cabang (yang mempunyai banyak pasang kawat) yang lebih kecil. Dari titik – titik hubungan tingkat kedua ini atau tiang – tiang ini, kabel – kabel distribusi dihubungkan ke titik – titik distribusi (DP). Selanjutnya titik – titik distribusi ini dihubungkan ke suatu jumlah kecil langganan.
            Hubungan dari suatu titik distribusi ke masing – masing langganan ini di lakukan melalui suatu pasang kabel berisolasi yang sederhana atau dapat juga melalui suatu batang kabel atau dua buah kawat udara tanpa isolasi. Lemari – lemari logam yang digunakan sebagai titik hubungan utama dan tiang – tiang yang digunakan sebagai titik hubungantingkat kedua memenerikan suatu fleksibilitas yang tinggi dalam pendistribusian pasangan – pasangan kabel dalam suatu daerah pusat sakelar penghubung telepon.
            Sistem distribusi hubungan local dengan lemari logam dan tiang-tingan ini telah menjadi suatu standar selama bertahun-tahun.. pada waktu unu tiang-tiang yang digunakan sebagai titik hubung tingkat kedua sedang dalam tahap peribahan, yaitu dengan digunakan lemari-lemari yang terbuat dari besi tuang yang mempunyai fleksibilitas yang sama dengan tiang-tiang, tetapi dengan suatu metode atau cara menghubungkan pasangan-pasangan kabel yang berbeda. Hal ini diperlihatkan dalam gambar 7.12.
7.3 Hubungan Antara Pusat Pusat Saklar Penghubung Telepon
Dalam gambar 7.8 telah diperlihatkan suatu jaringan telepon nasional, dengan kawat-kawat sambungan lokal, hubungan antara pusat-pusat saklar penghubung tertentu dan rangkaian-rangkaian inter lokal antara pusat.                                   DP
                                                                                         Titik hubung sekunder (SCP)
                                                            Titik hubung primer (PCP)
Pusat sakelar penghubung telepon
 
                                    Kabel utama
                                                                                                  Kabel penyambung
                                                            DP           kabel-kabel cabang
Kabel kabel utama yang menuju lemari-lemari penghubung lain
                                                                                                Kabel distribusi    kabel langganan
Gambar 7.12 prinsip jaringan distribusi hubungan telepon lokal.
Penhubung yang lain dalam bab 6 telah dijelaskan secara singkat bermacam macam kabel
            Untuk menghubungkan langganan-langganan telefon kesuatu pusat sakelar penghubung dan pusat-pusat saklar penghubung tersebut dengan GSC, umunnya digunakan suatu tutup kabel dengan BANYAK PASANGAN kawat. Sedangkan untuk hubungan antara GSC dengan TSC (pusat sakelar penghubung interlokal), serta antara TSC itu sendiri, digunakan kabel-kabel koaksial.
            Kabel-kabel yang digunakan ini umumnya dikubur didfalam tanah, tapi kadang-kadang diperlukan pula kabel-kabel khusus yang dapat dipergunakan dalam laut, bila dipergunakan sambungan-sambungan yang menyeberangi sungan, danau, laut dan sebagainya.
7.4 SInyal-Sinyal Pembari Tanda (Supervisori Signals)
Ketika pertama kali jaringan telepon digunakan, sambungan antara pemakai pada pusat-pusat sakelar penghubung dilakukan secara manual oleh operator-operator telepon. Segera disadari bahwa banyak keuntungan yang diperoleh jika digunakan suatu peralatan otomatis yang dapat diatur dari jauh oleh pelanggan-pelanggan telepon yang memerlukan hubungan, dengan mempergunakan “dial”nomor telepon dari telepon yang bersangkutan.
            Dalam system manual, bila seorang langganan menginginkan untuk melakukan suatu hubungan telepon, maka sutau sinyal akakn mengalir dari pesawat teleponnya ke puasat sakelar penghubung dan akan segera dilayani oleh operator. Langganan yang memanggil tadi akan mengetahui bila operator tersebut telah menjawab pangilannya, karena operator tersebut akan menanyakan nomor telepon yang diinginkannya. Dalam system otomatis, untuk mengetahui bahwa peralatan telepon otomatis tersebut telah siap untuk menerima pesan-pesan maka perlu dikirimkan beberapa tanda-tanda sinyal tertentu kepada langganan yang memanggil tadi. Sinyal ini dinamakan DIAL TONE.
            Dalam system manual, bila operator meminta agar pelanggan menyebutkan nomor yang diingikan, maka akan diberitahukan. Selanjutnya operator tersebut memeriksa apakah nomor yang diinginkan tesebut sedang tidak digunakan, dan bila tidak, operator akan memberitahukan dengan member sinyal listrik yang akan membunyikan bel pada nomor telepon yang diinginka tersebut, sementara itu ia memberitahu pada langganan yang meminta hubungan tersebut, bahwa operator sedang mencoba untuk menghubungkannya. Untuk melaksanakan tugas yang sama itu pada system otomatis, dibutuhkan suatu sinyal pemberitahuan, dan sinyal ini dinamakan RING TONE. Pada waktu yang sama dengan pengiriman sinyal ini, dikirim pula ARUS LISTRIK untuk menyembunyikan bel pada telepon yang di panggil, persis seperti yang dilakukan oleh operator telepon pada system manual.
            Selanjutnya pada system manual, jika pelanggan yang diinginkan telah siap untuk melakukan hubungan, maka operator memberitahukan langganan yang memanggil bahwa system telah siap untuk dipakai. Dalam system otomatis, suatu tanda yang dinamakan BUSY TONE diperlukan untuk memberitahukan bahwa system telah siap untuk dipakai jika langganan meminta operator untuk menyambungkan dengan nomor yang tidak ada, maka pada system manual operator akan memberitahukan pada langganan tersebut, bahwa nomor yang diminta tidak ada. Dalam system otomatis, digunakan suatu tanda yang dinamakan NUMBER UNOBTAINABLE TONE (NU) untuk memberitahukan langganan yang meminta nomor tersebut.
            Dalam suatu pusat sakelar penghubung otomatis untuk hubungan interlokal, bila seorang langganan memutar nomor telepon yang diminta, mungkin peralatan otomatis tersebut tidak dapat menyambungkan pangilan telepon tersebut, diakrenakan nomor yang diminta sedang dipakai berhubungan dengan nomor yang lain. Dalam hal ini, untuk memberitahukan langganan telepon yang meminta hubungan tadi dikirimkan suatu sinyal yang dinamakan EQUIPMENT BUSY TONE atau yang sering disebut sebagai nada sibuk.
7.5 Jaringan Telegraf
Pada banyak Negara kebutuhan untuk tersedianya dua buah jaringan teleprinter sudah sangat mendesak.
            Pertama, adalah suatu jaringan untuk masyarakat umum denganmana masyarakat dapat mengirimkan telegram kesetiap alamat dalam Negara tersebut. Telegram semacam itu dapat dibuat dalam suatu bentuk formulir telegram bertulis pada suatu kantor pos, ataupun dengan menelponkan telegram tersebut kepada operator pada suatu panel telegraf khusus dengan memutar suatu kode (nomor) tertentu. Pesan pada telegram tersebut, kemudian disampaikan oleh teleprinter kesuatu terminal telegraf yang terdekat pada tempat yang dituju. Operator telegram pada tempat yang dituju tersebut kemudian menempelkan pita pesanan telrprinter tersebut pada suatu formulir telegram yang selanjutnya kemudian dikirimkan ke alamat yang situju.
            Kedua, adalah kebutuhan akan adanya suatu jaringan teleprinter untuk komunikasi pribadi antara orang-orang tertentu atau antara perusahaan-perusahaan ataupun antara organisasi-organisasi, dikmana lebih disukai untuk mengirimkan pesan tercetak (tertulis) dari pada penyampaian pesan lisan melalui telepon. System seperti ini lebih dikelal dengan nama TELEX.
            Pada umumnya komunikasi dengan teleprinter pribadi ini menggunakan jaringan tepon umum. Setiap langganan yang memerlukan fasilitas ini menyewa suatu teleprinter sebagaimana penyewaan suatu telefon. Untuk megirimkan suatu pesan telex, suatu panggilan telepon dikirimkan ke nomer yang diinginka, dan ketika hubungan telex telah terlaksana, kedua langganan tersebut memindahkannya atau “menswitch” dari telepon ke teleprinter, dengan demikian pesan-pesan dapat dikirim secara tertulis. Hal ini diperlihatkan pada gambar 7.13.


 




Gambar 7.13 hubungan jaringan telex yang pertama
            Peralatan dengan frekuensi suara manusia yang diperlihatkan dalam gambar 7.13, dibutuhkan untuk merubah kode-kode pulsa arus searah kurang lebih 80 V menjadi tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi dalam suara manusia, sedemikian sehingga jaringan telepon dapat menangani sinyal informasi dari teleprinter tersebut. Pada system dengan cara hubungan seperti ini, timbul beberapa kesulitan. Selanjutnya untuk mengatasi hal ini, dibuat suatu jaringan sakelar (switching) terpisah secara lengkap, khusus untuk melayani komunikasi dengan telex ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogger news